Inikah Alasan Harga iPhone Sangat Mahal?

29 views

CEO Apple Tim Cook menyebut dirinya sudah sering melihat banyak pihak
membongkar iPhone dan mengira-ngira berapa biaya produksi smartphone tersebut. Namun,
setiap kali dia hanya bilang, tak satu pun dari upaya pembongkaran iPhone itu mengungkap
seberapa biaya produksi iPhone.
Alih-alih menyebut angka, Cook hanya bilang tidak satu pun yang mendekati biaya
pengembangan dan produksi satu unit iPhone. CEO Apple, Tim Cook rupanya menyadari
ponsel besutan perusahaannya menjadi sorotan, lantaran banderol harga yang makin mahal.
Dalam sebuah wawancara di Amerika Serikat, dia berupaya menjelaskan kenapa jajaran
iPhone terbaru dihargai tinggi. Cook beralasan iPhone 2018 merupakan model-model
tercanggih dari Apple sajauh ini. Mereka pun disebutnya bisa menggantikan peran beberapa
perangkat sekaligus, misalnya music player dan kamera video, sehingga pemilknya tak perlu
lagi memiliki perangkat-perangkat itu secara terpisah.
Bahkan, jika diasumsikan biaya lain-lain sebesar 30 persen (dari harga jual) ditambah
dengan biaya produksi yang mencapai angka Rp 6,6 jutaan untuk iPhone XS Max, Apple
masih tetap untung besar saat menjual sebuah iPhone XS Max. Apple merupakan perusahaan
yang sangat disiplin dan tidak langsung mengimplementasikan inovasi terbarunya dalam
produk anyarnya, seperti pada kebanyakan flagship smartphone Android. Alih-alih begitu,
Apple memilih untuk menunggu teknologi yang dikembangkan agar lebih matang, kemudian
melompat ke implementasi dan produksinya.
Nah, hal ini yang dianggap membuat perangkat iPhone kemahalan, sehingga
menghadirkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi ketimbang perusahaan lainnya.
Meski begitu, Apple mau tak mau harus mulai agresif menghadirkan inovasi baru mereka ke
perangkat flagship terbarunya agar tetap kompetitif di pasaran. Tak heran, Apple juga berada
di posisi teratas sebagai perusahaan paling kaya di dunia.
Konsep “menggantikan perangkat lain” sebenarnya bisa saja dilakukan oleh ponsel
berbeda yang harganya lebih murah. Misalnya, iPhone 7 dan iPhone 8 bikinan Apple sendiri
yang harganya belakangan diturunkan, menyusul kehadiran trio iPhone baru. Model termurah
dari ketiga iPhone anyar adalah iPhone XR, dengan banderol mulai 749 dollar AS atau
sekitar Rp 11,2 juta. Itu pun untuk varian terendah dengan storage 64 GB. Kendati trio
iPhone XR, XS, dan XS Max dijual mahal, Cook berargumen konsumen -di Amerika Serikat-
yang membeli dengan sistem kontrak operator seharusnya tak perlu merogoh kocek dalam-
dalam di satu waktu, karena pembayaran dilakukan dengan mencicil.
Misalnya saja, kemampuan TrueDepth kamera yang dipakai untuk FaceID pada
iPhone terbarunya (yang sebelumnya sudah diperkenalkan pada iPhone X), hingga layar
OLED yang hadir pada dua seri iPhone paling anyar. Padahal, layar OLED sudah dipakai
Samsung bertahun-tahun lalu. Bagaimana pun, saat perangkat iPhone masih memakai layar
LCD, harga iPhone tetaplah mahal.
Gengsi produk keluaran Apple adalah yang tertinggi dibanding merek lain. Selain itu,
mereka punya basis pengguna solid yang sama sekali tak mempermasalahkan harga. Yang
penting kualitas dan tentu saja prestige. Makanya, setiap Apple mengeluarkan produk baru.
Mereka sangat menantikan dan banyak pengguna yang berniat membeli produk baru tersebut.
Meski bukan produk yang sempurna, dan jujur saja banyak keterbatasan namun para
pengguna Apple rata-rata sangat puas dengan pengalaman yang diberikan Apple.
Hal di ataslah yang mendorong estimasi biaya produksi iPhone kian tinggi, harga
produk-produk Apple tinggi padahal biaya pembuatan atau material produksinya lebih rendah
sehingga membuat konsumen pun harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli iPhone.