Inilah Tata Cara dan Hikmah Qurban

109 views


Hari raya idul adha menjadi salah satu hari besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Dalam hari raya idul adha ini identik dengan penyembelihan hewan qurban , mulai dari sapi, kerbau, kambing, atau jika di negara lain mungkin menjadikan unta sebagai hewan qurban  juga. Dalam menyembelih hewan qurban  tentunya tidak boleh sembarangan, dibutuhkan pengetahuan agama dan tata cara penyembelihan yang benar. Sebab di dalam proses tersebut, ada hikmah qurban yang ingin di raih. Berikut adalah tata cara menyembelih hewan yang benar agar mendapatkan hikmahnya.

  • Menajamkan pisau dan memperlakukan binatang qurban  dengan baik

Memperlakukan hewan qurban  dengan baik menjadi hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan. Kita dilarang untuk menyakiti hewan qurban  tersebut, karena tujuan utama kita adalah menyembelihnya (membunuhnya), maka bunuhlah hewan qurban  tersebut dengan cara yang baik. Seperti yang ada di dalam H.R. Muslim yang artinya “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kita semua perbuatan baik terhadap segalahal. Apabila kalian akan menyembelih, maka sembelihlah hewan tersebut dengan cara yang baik sebagaimana telah ditentukan. Hendaklah kalian menajamkan pisau untuk menyembelih dan tidak menyiksa”

  • Menjauhkan pisaunya dari pandangan hewan qurban

Menjauhkan pisau dari pandangan hewan yang hendak kita qurban kan adalah cara yang telah diceritakan oleh Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di dekat leher seekor kambing, sedangkan dia menajamkan pisau yang akan digunakannya untuk menyembelih kambing tersebut, binatang itu pun melirik ke arahnya. Lalu Rasulullah bersabda “Mengapa kamu tidak menajamkan pisaumu sebelum ini? Sebelum hewan dibaringkan. Apakah kamu ingin mematikan hewan tersebut sebanyak dua kali?” H.R Ath Thabrani dengan sanad shahih.

  • Menghadapkan hewan qurban  ke arah kiblat

Menghadapkan hewan qurban ke arah kiblat adalah cara baik yang pernah dilakukan oleh Ibnu Umar dengan sanad yang shahih.

Tata cara menyembelih hewan qurban  :

  • Membaca basmalah saat akan menyembelih hewan qurban

Syarat ini merupakan bagian yang paling penting. Hal penting yang tidak boleh dilupakan atau tidak tahu. Jika membaca basmalah dilupakan atau sengaja tidak diucapkan ketika menyembelih, maka penyembelihan tersebut dianggap tidak sah dan hewan qurban  tersebut akan haram untuk dikonsumsi. Hal ini menjadi pendapat yang rajah dari perbedaan pendapat yang ada, dasarnya adalah firman Allah SWT dalam surah Al-A’nam ayat 121 yang mempunyai arti “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.”

  1. Yang menyembelih haruslah orang yang berakal

Orang yang bertugas untuk menyembelih hewan qurban  haruslah orang yang memiliki kesadaran penuh akan dirinya dan memiliki niat serta kehendak yang kuat dalam dirinya. Jika orang tak berakal (gila) menyembelih hewan qurban , meskipun telah mengucap basmalah pun, hewan tersebut akan dianggap haram, karena orang yang tak berakal tak memiliki niat dan kehendak untuk menyembelih hewan qurban  tersebut.

  • Yang menyembelih haruslah muslim atau ahli kitab (Yahudi atau Nasrani)

Sudah sangat jelas jika orang muslim diperbolehkan untuk menyembelih hewan qurban . Namun, ahli kitab? Dasarnya ada pada firman Allah SWT dalam surah Al-Ma’idah  ayat 5 yang memiliki arti “Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu.”

  • Terpancarnya darah

Terpancarnya darah hewan qurban  saat disembelih akan terwujud dengan dua ketentuan, yaitu :

  • Alatnya tajam, dari bahan besi atau batu tajam, tidak dibolehkan alat dari bahan kuku, tulang, atau gigi.
  • Dengan memutus al-wadjan hewan qurban, sama artinya memutus urat tebal hewan yang meliputi tenggorokan hewan qurban. Sebab dengan terputusnya dua urat tersebut, maka akan mempercepat kematian hewan qurban tersebut.

Dengan menyembelih hewan qurban sesuai dengan ketentuan, akan ada beberapa hikmah qurban yang bisa kita dapatkan. Diantaranya, semakin kuat rasa keimanan kita, semakin dekat dengan Allah dan juga sesama manusia.