Pemikiran Baru Pada Masa Renaisans

Lahir 15 Februari, 5 Fakta tentang Galileo Galilei

Pada tanggal 12 Februari tahun 1633, seorang ilmuwan dan astronom terkemuka asal Italia, Galileo Galilei mulai menghadapi persidangan yang digelar di Vatikan.

Ia diadili dikarenakan mendukung teori Copernicus yang menyatakan bahwa bumi mengitari matahari sebagai pusat tata surya. Teori Copernicus ini dianggap bertentangan dengan apa yang diyakini Vatikan, bahwa bumi merupakan pusat tata surya. Hal inilah yang membuat Galileo dipanggil dan dibawa ke meja hijau.

Galileo yang lahir di Pisa, 15 Februari 1563 ini, sejak kecil dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas. Ia mulai berkuliah di University of Pisa, menggeluti ilmu Filosofi dan Matematika.

Menginjak usia 26, putra seorang musikus ini diangkat sebagai profesor di kampus tersebut, berkat postulasinya yang mendukung teori Aristoteles bahwa kecepatan benda jatuh tak konstan, bisa berubah tergantung beratnya.

Lalu, dari 1592-1630, ia menjadi Profesor Matematika di University of Padua. Di kampus tersebut, Galileo berhasil menciptakan teleskop yang membantunya melihat permukaan bulan dan bumi. Selain itu, dengan menggunakan alat tersebut juga bisa membantu Galileo untuk mengamati Planet Jupiter lebih dekat serta sekumpulan bintang yang disebut Milky Way.

Berkat keberhasilannya itu, ia diangkat menjadi ahli matematika untuk pengadilan di Florence. Disana, ia terus melakukan eksperimen ilmiah dan yang terakhir mendukung postulasi Nicolaus Copernicus yang berbuntut panjang. Ia diadili di Vatikan.

Yang mana, pada waktu itu Vatikan melakukan tindakan tegas terhadap ilmuwan yang menentang ajaran gereja dan dianggap sebagai musuh negara. Selain itu, Vatikan juga melarang peredaran buku-buku yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka yakini.

Karena ada petinggi Gereja Roma yang mendukungya, awalnya Galileo dibolehkan mengajarkan teori Copernicus selama masih hipotesis. Akan tetapi, hal tersebut tidak bertahan lama karena kemudian pihak Gereja Roma memberinya hukuman seumur hidup.

Semenjak itulah, ia menghabiskan sisa hidupnya di sebuah vila di Arcetri yang lokasinya dekat dengan Florence, hingga akhirnya wafat pada  8 Janurai 1642.

Namun, pada tahun 1992, Vatikan mengakui kesalahannya yang menghukum Galileo. Pasalnya, apa yang disampaikan oleh Galileo pada saat itu ternyata benar dan menjadi acuan hingga kini.

Walaupun sudah tidak ada di dunia lagi, nama Galileo dikenal sebagai ilmuwan yang berjasa bagi perkembangan zaman hingga saat ini. Salah satu ilmuwan penerus yang terinspirasi dari pemikiran Galileo adalah Sir Issac Newton.

Pemikiran Filsuf Yang Mempengaruhi Desain

Selain pengetahuan alam, muncul sejumlah filsuf yang pemikirannya mempengaruhi perkembangan desain. Dimana, pemikirannya tersebut mengembangkan konsep pemikiran rasional dan sejarah logika. Mereka adalah Gottfrield Wilhelm Leibniz, Immanuel Kant, dan Friedrich Hegel.

Yang pertama, Leibniz mengembangkan metode berpikir logis. Hal ini berkaitan dengan cara mendapatkan ilmu pengetahuan dimulai dari mencari data. Pencarian serta penyelidikan itu harus melalui pembuktian.

Yang kedua, Kant menganggap konsep Leibniz tidak cukup untuk menghasilkan sebuah pengetahuan. Lalu ia mencari dalil guna memberikan pemahaman yang lebih luas terkait gejala yang ada di dunia. Ia menyimpulkan bahwa pehaman yang didapat manusia itu berasal dari pengalaman batin dan alam pikiran. Lalu hal tersebut bersatu menjadi nalar.

Yang ketiga, Hegel melihat bahwa kebenaran itu dibutuhkan setelah manusia mengalami dua hal. Yakni proses berpikir untuk memahami kondisi dan bagaimana awal munculnua suatu gejala. Selain itu, ia juga mengembangkan ilmu fenomenologi jiwa. Dimana, ilmu tersebut digunakan dalam metodologi desain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *